Minggu, 08 November 2009

Teori Belajar Konstruktivisme



Ide pokok dari teori konstruktivisme adalah siswa secara aktif membangun pengetahuan sendiri.

Pandangan konstruktivisme tentang pembelajaran sebagai proses yang aktif artinya pengetahuan baru tidak diberikan dalam bentuk jadi tetapi siswa membentuk pengetahuannya sendiri melalui interaksi dengan lingkungannya dalam proses asimilasi dan akomodasi. Prinsip-prinsip dalam pembelajaran yang berlandaskan paham konstruktivis dikemukakan oleh Driver (dalam Suparno,1997 : 49) bahwa

(a) pengetahuan dibangun oleh diri sendiri, baik secara individual maupun kelompok,

(b) pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke siswa, kecuali dengan keaktifan siswa itu sendiri,

(c) siswa aktif mengkonstruksi terus-memerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep menuju ke konsep yang lebih rinci, lengkap, serta sesuai dengan konsep ilmiah dan

(d) guru sekedar membantu menyediakan sarana sarana dan situasi agar proses konstruksi siswa belajar mulus.

Pendekatan konstruktivis menganjurkan penerapan strategi belajar kooperatif agar siswa dapat diberi kesempatan untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara sosial dengan temannya untuk mencapai tujuan belajar secara bersama dan guru berlaku sebagai motivator dan moderator.

“Pendidikan adalah sebuah proses untuk mengubah prilaku seseorang hanya melalui pendidikan jiwa, prilaku, pola berfikir dan cita-cita untuk menjadi lebih baik dan selalu memberikan yang terbaik kepada sesama dapat terwujud”

1 komentar: